Tourbillon: Apa Itu & Kenapa Harganya Sangat Mahal?

Tourbillon: Apa Itu & Kenapa Harganya Sangat Mahal?

Tourbillon, istilah ini mungkin masih asing buat kebanyakan orang, tapi terdengar sangat glamor dan ‘seksi’ di telinga pencinta horology sejati. Bagaimana tidak, jam tourbillon dari masa ke masa selalu menjadi salah satu koleksi paling eksklusif yang mengundang minat banyak kolektor untuk memilikinya. Pertanyaannya, apa itu tourbillon sebenarnya, apa fungsinya, dan kenapa kehadirannya bisa membuat harga jam tangan melonjak tinggi? Dalam artikel ini, Jamtangan.com sudah menyiapkan segala hal yang perlu kamu tahu tentang tourbillon.  

Apa Itu Tourbillon?

Foto Abraham Louis-Breguet, pencipta tourbillon
Foto Abraham Louis-Breguet, pencipta tourbillon. (Image: Swisswatches)

Secara singkat, tourbillon adalah fitur atau komplikasi pada jam tangan yang dihadirkan untuk menjaga tingkat akurasi jam mekanik agar tidak terlalu terpengaruh oleh gaya gravitasi bumi. Teknologi tourbillon pertama kali ditemukan oleh Abraham-Louis Breguet (yang juga merupakan pendiri brand “Breguet” yang kini dimiliki Swatch Group) pada tahun 1801. Awalnya, Breguet menciptakan tourbillon untuk dipasangkan pada jam saku yang mekanisme kerjanya kerap terganggu akibat efek gravitasi saat dipasang secara vertikal di kantong baju atau celana. 

Tourbillon sendiri adalah salah satu komplikasi yang memiliki tingkat kesulitan dan membutuhkan skill paling tinggi untuk dibuat. Tak heran kalau kebanyakan watchmaker ingin menunjukkan komplikasi ini di lokasi yang mudah terlihat. Jam tourbillon biasanya memiliki bagian terbuka di bagian dial untuk menunjukkan keberadaan tourbillon itu sendiri. Alhasil, orang awam terkadang salah mengira jam tangan skeleton atau open-heart dial sebagai jam tourbillon. Padahal, tidak semua jam dengan bagian dial terbuka adalah jam tangan tourbillon.

Gambar tourbillon saat dipasang pada jam tangan
Komplikasi tourbillon (kiri) & tourbillon saat dipasang pada jam tangan (kanan). Image: Swisswatches.

Untuk Apa Tourbillon Sebenarnya (Fungsi Tourbillon)? 

Sebelum membahas fungsi tourbillon pada jam tangan, kamu harus lebih dulu tau kalau pada movement jam mekanikal terdapat bagian yang disebut escapement. Nah, escapement ini terdiri lagi dari bagian kecil berupa hairspring, balance wheel, dan pallet fork. Escapement inilah yang berfungsi membuat jam tangan bisa berdetak dalam gerakan memutar. Masalahnya, kinerja escapement sangat mudah terganggu oleh gaya gravitasi yang akhirnya menyebabkan akurasi waktu pada jam mekanikal menjadi tidak konsisten dan tidak akurat. 

Gambar komponen escapement pada jam tangan
Gambar komponen escapement pada jam tangan. (Image: Swisswatches)

Kehadiran tourbillon difungsikan buat mengatasi masalah akibat gravitasi ini. Pada jam tourbillon, escapement (hairspring, balance wheel, pallet fork) diletakkan pada cage atau “kurungan”. Kemudian, tourbillon akan memutar “kurungan” berisi komponen-komponen escapement ini dalam gerakan melawan arah jarum jam (melawan gravitasi), dan biasanya dengan kecepatan 1 RPM. Sistem yang dihadirkan tourbillon ini akhirnya akan “menetralkan” efek gravitasi dan membantu mengurangi permasalahan akurasi atau deviasi waktu pada jam mekanikal. 

Baca Juga: 

Menjawab 7 Pertanyaan Paling Dicari Tentang Apa Itu Chronograph 

Mengenal Perpetual Calendar pada Jam Tangan

GMT: Definisi dan Fungsi Fiturnya pada Jam Tangan

Mengenal Teknologi Penyesuaian Waktu World-Timer

Jarang Dipakai, Apa Sebenarnya Fungsi Tachymeter?

Mengenal Tipe-Tipe Tourbillon pada Jam Tangan 

Setelah mengetahui kalau teknologi tourbillon awalnya dibuat untuk mengatasi masalah pada jam saku, kamu mungkin bertanya-tanya lalu mengapa jam tourbillon nyatanya masih ada hingga sekarang? Seiring berkembangnya waktu, teknologi tourbillon sendiri juga mengalami pengembangan hingga muncul berbagai tipe tourbillon yang berbeda dengan keunggulannya masing-masing. Ini dia beberapa jenis tourbillon yang perlu kamu tahu: 

Double-Axis & Triple-Axis Tourbillon 

Contoh jam tangan dengan triple-axis tourbillon
Contoh jam tangan dengan triple-axis tourbillon. (Image: Hautetime)

Double-axis dan triple-axis tourbillon (biasa disebut juga multi-axis tourbillon) adalah pengembangan dari tourbillon tradisional. Jika pada tourbillon tradisional komponen escapement dipasang dalam satu cage (“kurungan”) yang berotasi di satu sumbu, maka multi-axis tourbillon memiliki lebih dari satu sumbu. Escapement pada double-axis tourbillon berotasi pada dua sumbu, sementara triple-axis tourbillon memiliki tiga sumbu. 

Double & Quadruple Tourbillon 

Greubel Forsey Double Tourbillon 30° (DT30)
Greubel Forsey Double Tourbillon 30° (DT30). Image: Quill & Pad. 

Double atau quadruple tourbillon adalah jam tangan yang memiliki lebih dari satu komplikasi tourbillon. Tren jam tangan yang memiliki beberapa tourbillon sekaligus ini pertama kali diciptakan oleh Robert Greubel & Stephen Forsey pada 2004 melalui brand besutan mereka Greubel Forsey. Pada jam yang mereka rilis yang diberi nama Double Tourbillon 30° (DT30), sebuah tourbillon berotasi sekali tiap menit, di dalam sebuah tourbillon lain yang berotasi sekali setiap empat menit. Setelah memperkenalkan jam double tourbillon, pada 2005 Greubel Forsey kembali merilis jam Quadruple Tourbillon à Différentiel (QDT) yang memiliki dua buah double-tourbillons yang bekerja terpisah. 

Flying Tourbillon 

Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding, contoh jam tangan dengan flying tourbillon
Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding, contoh jam tangan dengan flying tourbillon. (Image: Monochrome)

Flying tourbillon adalah jenis tourbillon yang dipasang berbeda dari jenis tradisional. Jika tourbillon pada umumnya di-support oleh jembatan atau penyangga pada dua sisi (atas dan bawah), maka flying tourbillon hanya di-support oleh penyangga di satu sisi saja sehingga terlihat seperti “melayang”. Flying tourbillon pertama diciptakan oleh Alfred Hedwig, seorang instruktur di German School of Watchmaking, pada tahun 1920.  

Gyrotourbillon

Jaeger-LeCoultre Master Grande Tradition Gyrotourbillon Westminster Perpétuel
Jaeger-LeCoultre Master Grande Tradition Gyrotourbillon Westminster Perpétuel. (Image: Monochrome)

Pada 2002, jam tangan gyrotourbillon pertama diciptakan oleh dua watchmaker, Ms. Magali Metrailler dan Eric Coudray. Diberi nama gyrotourbillon, karena tourbillon jenis ini berpilin (gyrate) pada beberapa sumbu. Hingga kini, belum ada terlalu banyak jam gyrotourbillon yang pernah dirilis. Jaeger-LeCoultre adalah salah satu brand yang pernah merilis beberapa jam tangan gyrotourbillon, yang masing-masing model hanya dirilis dalam jumlah sangat terbatas. 

Berapa Harga Jam Tourbillon? 

Tag Heuer Carrera Heuer-02T
Tag Heuer Carrera Heuer-02T. (Image: Monochrome)

Sudah menjadi rahasia umum di dunia horology jika jam tourbillon selalu memiliki harga yang sangat tinggi, bahkan mencapai miliaran rupiah tergantung pada brand, model, dan kondisinya (jika jam tersebut adalah second-used). Sebagai gambaran, rata-rata jam tourbillon dari merek Swiss ternama memiliki harga Rp600 jutaan atau lebih. Pada 2016, Tag Heuer sempat merilis model Carrera Heuer-02T yang disebut-sebut sebagai jam tangan tourbillon Swiss-made termurah yakni di harga $15,000 (sekitar Rp200 jutaan). 

Meski saat ini ada juga beberapa porodusen Tiongkok yang merilis tourbillon movement dan dibanderol dengan harga lebih terjangkau, namun kebanyakan tidak berasal dari luxury-brand dan tentu tidak memiliki sertifikat COSC. Sehingga, kolektor jam sejati biasanya kurang tertarik dengan jam tourbillon harga terjangkau ini karena yang dicari adalah reputasi dan nama besar brand yang menambah nilai kebanggaan & keberhargaan saat memakainya. 

Kenapa Tourbillon Membuat Harga Jam Tangan Meroket? 

Patek Philippe Skymoon Tourbillon, salah satu jam tourbillon termahal yang pernah ada
Patek Philippe Skymoon Tourbillon, salah satu jam tourbillon termahal yang pernah ada. (Image: Hautetime)

Fakta menarik dari komplikasi tourbillon, adalah bahwa fungsi tourbillon sebenarnya sudah tidak terlalu relevan digunakan pada jam tangan modern. Dengan inovasi di industri watchmaking yang semakin berkembang, permasalahan gravitasi pada jam mekanikal sebenarnya sudah bisa di-tackle oleh banyak komponen lain yang lebih sederhana. Di antara horologist sendiri, sudah lama ada perdebatan apakah tourbillon sejak awal memang benar-benar bisa mengatasi efek gravitasi pada akurasi jam, atau sebenarnya permasalahan akurasi pada jam masa lampau hanya dikarenakan teknik dan desain produksi yang belum akurat. 

Pertanyaannya, lalu mengapa orang-orang (khususnya para kolektor jam) rela membayar ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk membeli jam tourbillon meskipun mereka tahu fungsinya tidak benar-benar dibutuhkan sehari-hari? Jawabannya terletak pada craftmanship dan kemewahan. Hingga saat ini, tourbillon masih menjadi salah satu komplikasi paling rumit dan kompleks untuk dibuat. Hanya watchmakers bertalenta tinggi yang bisa membuatnya. Seni, skill, dan kompleksitas pembuatan tingkat tinggi inilah yang dihargai oleh horology-enthusiast sehingga mereka mau membayar sangat mahal untuk memiliki jam tourbillon. 

Bisa dikatakan, fans jam tangan tourbillon murni adalah mereka yang membayar untuk craftmanship dan keindahan jam tangan, bukan membayar untuk sebuah fitur atau komplikasi premium yang bisa meningkatkan performa jam. Karena tourbillon di era sekarang memang tak lagi dilihat karena fungsinya, melainkan karena keindahan dan eksklusivitasnya. 

Haruskah Kamu Membeli Jam Tangan Tourbillon? 

Tidak seperti komplikasi chronograph, perpetual calendar, GMT, world-timer, tachymeter, dll yang memang fungsinya bermanfaat sehari-hari di era modern, tourbillon terbukti tak lagi terlalu relevan. Tapi, di sisi lain, kamu mungkin juga tertarik memiliki jam tourbillon. Lalu, apakah kamu sebaiknya membelinya jika memiliki budget lebih? 

Kamu Mungkin Mau Membelinya Saat Ada Budget Jika… 

  • Craftsmanship: Kamu adalah kolektor jam tangan yang memang menghargai craftsmanship pada sebuah jam. Kamu benar-benar tertarik pada seni pembuatan jam (watch-making) dan untuk itu ingin memiliki jam dengan kerumitan pembuatan tinggi. 
  • Estetika: Kamu adalah orang yang sangat menyukai keindahan pada sebuah jam. Harga bukanlah masalah selama kamu bisa melihat kinerja mekanikal menawan melalui dial jam tanganmu. 
  • Value & Kemewahan: Kamu adalah orang yang suka kemewahan dan tak ragu membeli barang-barang bernilai fantastis untuk kebanggaan maupun sebagai investasi. 

Walaupun Ada Budget, Kamu Mungkin Tidak Perlu Membelinya Jika…

  • Value for Money: Kamu adalah tipe orang yang menghargai fungsi. Kamu rela membayar mahal jika memang ada manfaat nyata yang didapatkan. Jika iya, maka mungkin kamu tidak perlu memiliki jam tourbillon. Estetika dan keindahan movement toh juga bisa didapatkan dari jam tangan open-heart dial. 
  • Simplicity: Jika kamu adalah orang yang lebih suka desain simpel dan minimalis, termasuk pada jam tangan, maka jam tourbillon mungkin bukan pilihan yang tepat meskipun kamu sedang ada budget lebih. Jam tourbillon di masa sekarang sengaja di-highlight karena kemewahannya. Tak heran, kalau desain jam tourbillon pada umumnya juga dibuat flashy dan eye-catching dengan banyak detail. 

Rekomendasi Jam Tangan Tourbillon di Jamtangan.com 

Seperti dijelaskan sebelumnya, saat ini sudah ada banyak produsen Tiongkok yang ikut merilis jam tourbillon dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan luxurious Swiss-made brand. Kalau kamu ingin ikut memiliki jam tourbillon dan menikmati keindahannya, tapi belum “rela” atau belum ada budget untuk membeli yang berharga ratusan juta, Seagull 818.660 Manual Mechanical Tourbillon ini bisa dijadikan salah satu pilihan.

Categories: Editor's Choices