Apa itu Jam Tangan Mekanikal atau Automatic Movement?

Apa itu Jam Tangan Mekanikal atau Automatic Movement?

Jam tangan sudah menjadi aksesoris wajib bagi sebagian orang. Selain sebagai alat penunjuk waktu, jam tangan juga dijadikan bagian dari fashion. Karenanya, keindahan mesin jam pun dapat diapresiasi secara estetika.

Banyak model-model jam tangan yang memakai dial transparan (skeleton), sehingga terlihat jelas detail dan komponen mesinnya. Biasanya dekorasi semacam itu ada pada mesin jam tangan mekanikal. Keahlian para watchmaker dalam merancang sebuah mesin mekanik yang akurat, presisi sekaligus indah ialah sebuah nilai tambah sendiri yang patut diapresiasi.

Movement jam tangan automatic

Movement jam tangan automatic. Dok: Omega

Mesin mekanik adalah mesin jam yang semua pergerakan mesinnya menggunakan  daya dari pergerakan mekanik.  Pada mesin jam mekanikal,  tidak ada satu pun komponen elektronik di dalamnya. Artinya tidak ada yang menggunakan aliran listrik seperti jam quartz. Semua komponennya saling berhubungan secara mekanik.

Mesin jam mekanik ada tiga jenis, yaitu automatic winding, manual winding movement dan yang terakhir adalah mesin yang mempunya kedua fitur tersebut.


Gambar 2. Urutan komponen automatic movement.

Automatic Winding

Automatic winding adalah jam mekanikal yang mengisi daya secara otomatis lewat putaran rotor. Rotor tersebut akan berputar jika jam dogoyangkan oleh si pengguna. Putaran rotor akan membuat mainspring atau pegas menjadi kencang.

Mainspring akan mengendor dalam periode tertentu tergantung kemampuannya dalam menyimpan energi. Ada pegas yang sanggup menyimpan energi selama 30 jam, 40 jam bahkan ada juga yang 10 hari. Kemampuan mainspring menyimpan energi mekanik ini dinamakan power reserve.

Jam mekanikal automatic jika tidak digoyangkan, rotor pun tidak akan bergoyang. Alhasil, dalam periode tertentu power reserve akan habis dan jam akan mati.

Kembali ke cara kerja mesin jam mekanikal. Rotor yang berputar akan mengencangkan pegas. Setelah pegas kencang, ia perlahan akan semakin mengendor. Kendornya pegas ini melepaskan sebuah energi untuk menggerakan roda gerigi yang saling berhubungan. Roda gerigi ini lah yang menggerakan jarum jam.

672055881_o.jpgGambar 3. Salah satu movement automatic buaan Sea Gull.

Di dalam mesin jam mekanik, terdapat balance wheel atau roda penyeimbang. Roda ini akan berayun ke dua arah yang akan memberikan energi pegas ke sebuah garpu yang bergerak naik turun. Garpu ini dinamakan pallet fork yang mempunya dua mata.

Kedua mata garpu ini akan bergantian mengerem escape wheel. Alhasil, putaran escape wheel akan patah-patah (beat per second). Jarum detik yang digerakan escape wheel jika dilihat secara teliti akan mempunya beat per second. Gerakan pallet fork dikontrol oleh sebuah balance spring, di balance spring ini terdapat sebuah jewels yang berfungsi sebagai jantung dari pergerakan pallet forks. Jantung ini bisa diregulasi secara manual oleh teknisi jam, sehingga menghasilkan akurasi yang baik.

roff_escapement.jpgGambar 4. Jantung mesin jam mekanik, yaitu palet fork dan escape wheel yang berfungsi sebagai oscillator.

4R36_balance.jpg
Gambar 5.Cara regulasi jam mekanik.

Hi Beat vs Low Beat

Beat per second juga bervariasi, terdapat low beat dan hi beat. Pada jam hi beat, biasanya beat per hour adalah 28.800 bph. Sedangkan pada low beat adalah 18.000 bph-21.600 bph.

Makin banyak beat per jamnya, gerak patah-patah jarum detik akan semakin tidak terlihat. Mana yang bagus antara hi beat dan low beat?

Semuanya tergantung selera. Karena kedua jenis kecepatan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Hi beat lebih akurat tapi lebih cepat aus, karena pergerakan mesinnya lebih cepat. Sedangkan low beat tidak seakurat hi beat tetapi lebih lama ausnya, sebab pergerakan mesin lebih lambat.

seagul m306s gambar.jpg
Gambar 6. Seagull m306s, salah satu jam tangan dengan mesin automatic hi beat.

Manual Winding

Prinsip kerja manual winding sama saja dengan automatic winding. Perbedaannya hanya pada sumber energi. Jika automatic winding menggunakan putaran rotor untuk membuat mainspring menjadi kencang, jam mekanikal manual winding menggunakan putaran crown yang akan mengencangkan mainspring. Memutar crown ini harus secara manual.

parnis3.jpg
Gambar 7. Mesin manual winding pada jam Parnis, tidak mempunyai rotor, tetapi mempunyai roda winder.

Crown adalah bagian dari jam yang bias diputar, dan fungsi utamanya ialah untuk setting waktu jam tangan. Pada manual winding, crown juga berfungsi sebagai alat untuk mengisi daya.

Biasanya crown yang terhubung ke roda winder melalui winding pinion, akan diputar oleh si pengguna sampai tidak bisa diputar lagi. Artinya power jam tangan sudah penuh. Terdapat jam yang mempunyai indicator power reserve juga untuk mengetahui penuh tidaknya power reserve.

Setelah power penuh, mainspring akan menggerakan gerigi yang berhubungan satu sama lain untuk menggerakan jarum jam.  Pada mesin manual winding juga ada mesin yang hi beat, ada juga yang low beat. Intinya, perbedaan manual winding dan automatic ialah hanya pada sumber energi dan cara mengisi energinya saja.

geartrain.BF75.size.jpg
Gambar 6. Komponen mesin manual winding.

Gabungan Automatic dan Manual Winding

Pada mesin ini,  terdapat rotor yang berputar jika jam bergoyang dan juga crown bisa diputar untuk mengisi power. Jadi mesin jam jenis ini, mempunyai kedua fitur tersebut.

Biasanya mesin ini juga cukup digemari karena jika sedang malas memutar crown, cukup menggoyang-goyangkan jam saja agar rotor berputar dan power terisi. Tetapi jika ingin merasakan sensai memutar crown untuk mengisi power jam, maka jam tangan dengan mesin jenis hybrid inilah pilihan tepat.

seagull m306s.jpg

Gambar 8. Seagull ST21, salah satu movement yang mempunyai fitur automatic dan manual winding.

Akurasi jam tangan mekanikal bervariasi. Pada jam Swiss yang mempunyai standar COSC akan mempunyai akurasi yang tinggi sekitar +-6 detik per hari.

Biasanya makin mahal jam mekanik, komplikasi mesinnya akan semakin rumit dan akurasi per harinya akan semakin baik. Tentu saja jam mekanikal yang ditambahkan fitur stopwatch atau chronograph, fitur dual time atau GMT, atau minute repeater akan lebih mahal daripada jam mekanik yang tidak ada fitur tambahan di mesinnya.

Jewels Pada Jam Mekanik

Dalam hal dekorasi dan keindahan pada mesin mekanik terdapat jewels. Jewels di sini ialah sebuah pasak kecil yang dipasangkan pada bagian-bagian tertentu pada mesin jam mekanik. Sering kali kita melihat spek jam tangan mekanik terdapat tulisan 17 jewels, 23 jewels dan seterusnya. Itu adalah jumlah total jewels yang ada pada mesin mekanik jam tersebut.

Chinese_movement_escapement_and_jewels.jpg

Gambar 9. Jewels (batu berwarna ungu, siver dan biru) pada mesin mekanik.

Saat ini penggunaan jewels di mesin mekanik tidak harus berfungsi sebagai pasak atau penyeimbang kinerja komponen mesin. Tetapi berfungsi juga sebagai dekorasi atau hiasan. Jewels biasanya terbuat dari batu ruby dan mempunyai warna warna indah sehingga akan menambah keindahan sebuah mesin jam.

Jadi, jangan tertipu dengan banyaknya jewels disebuah jam mekanik, karena bisa jadi banyaknya jewels tersebut ialah sebagai dekorasi mesin belaka.

Sudah punya koleksi jam mekanikal? Kamu bisa mendapatkannya di Jamtangan.com. Selain pilihannya beragam, harganya pun dijamin kompetitif se-Indonesia. Yuk dicek!