Jam Mekanikal vs Quartz, Lebih Awet Mana?

Jam Mekanikal vs Quartz, Lebih Awet Mana?

Saat melihat katalog Jamtangan.com, Anda akan disuguhi berbagai brand arloji dengan berbagai pilihan fitur. Bila melihat spesifikasi movement, Anda akan menemukan kebanyakan jam menggunakan movement mekanikal atau quartz. Ya, memilih antara jam mekanikal atau quartz menjadi salah satu kegalauan terbesar saat membeli arloji.

Jam mekanikal menggunakan daya dari pergerakan mekanik. Di dalam mesinnya terdapat rotor yang bila diputar, akan menghasilkan energi untuk menggerakkan roda gir. Roda gir itulah yang membuat jarum jam bergerak.                                  

Movement jam mekanikal. Dok: Seiko

Sedangkan jam quartz, menggunakan daya yang berasal dari aliran listrik. Aliran listrik itu didapat dari baterai. Alhasil bila baterai jam habis, jarum jam pun berhenti berdetak. 

Anda tentu mempertimbangkan banyak aspek sebelum akhirnya menentukan jam tangan pilihan. Mulai dari brand, harga, fitur, warna, material yang case dan strap, serta tentunya keawetan. Nah bila dibandingkan, lebih awet mana antara jam mekanikal dan jam quartz?

Sebelum menjawabnya, mari kita ulas komponen masing-masing jam. Jam mekanikal terdiri atas rotor, mainspring, roda gir dan ratusan bagian kecil lain yang memungkinkan pergerakan mekanik berlangsung terus-menerus secara presisi. Ia tidak punya baterai, microchip atau sirkuit elektrik seperti pada jam quartz.

Komponen mesin jam quartz. Dok: Seiko

Jam mekanikal seringkali dibuat menggunakan komponen berkualitas tinggi. Bahkan untuk menyatukan ratusan komponen kecilnya, seringkali dibutuhkan tenaga manual yang butuh ketelitian tinggi. Proses pembuatannya juga lebih lama, sekitar lima jam untuk menyusun jam mekanikal yang sederhana.

Dilansir Time Piece Legacy, di sebuah laboratorium Rolex di Geneva, Swiss, sekitar 70 persen jam mekanikal tidak lolos proses quality control. Alasannya karena kebanyakan jam mekanikal dibuat handmade dan sangat mengutamakan kualitas. Tak heran bila jam mekanikal umumnya lebih mahal dibandingkan jam quartz. 

Pembuatan jam mekanikal. Dok: Watchtime

Sementara jam quartz, sebagian besar diproduksi secara massal dengan komponen-komponen yang relatif lebih murah. Alhasil, tak banyak jam quartz yang bisa bertahan lebih dari satu-dua dekade. 

Namun bukan berarti teknologi jam quartz bisa diremehkan. Yang menarik dari jam quartz adalah aliran listriknya bisa menghasilkan frekuensi konstan, yakni 32.768 kali setiap detik. Getaran konstan ini lah yang membuat jam quartz cenderung lebih akurat. 

Alexandre Christie AC 2789 LD BURBU Ladies, contoh jam quartz. Dok: Machtwatch

Dalam hal akurasi, jam quartz memang lebih unggul. Namun bila bicara soal durabilitas, jam mekanikal lebih menang karena karena dibuat dengan komponen berkualitas tinggi. Bahkan usianya bisa lebih dari seratus tahun, melebihi usia pemiliknya. Artinya, jam mekanikal bisa diwariskan atau menjadi barang antik. Karena alasan ini pula, jam mekanikal lebih digemari kolektor dibandingkan jam quartz.

Tetapi bukan berarti jam mekanikal bisa awet begitu saja. Agar bisa bertahan hingga beberapa dasawarsa, jam mekanikal harus diservis secara berkala untuk perawatan. Para watchmakers merekomendasikan servis jam mekanikal setidaknya lima tahun sekali bila arloji dipakai secara rutin. 

Oris Blue Whale merupakan contoh jam mekanikal
Oris Blue Whale merupakan contoh jam mekanikal. Dok: Monochrome-watches

 Selain itu, pastikan Anda menjauhkan jam mekanikal dari medan magnet yang dapat mengganggu akurasi bahkan menyebabkan malfungsi pada movement jam.

Jadi jam dengan movement apa yang Anda sukai, jam mekanikal atau quartz? Apapun pilihan Anda, keduanya bisa Anda dapatkan di Jamtangan.com dengan harga terbaik.

Categories: Editor's Choices