Sering Salah Beli, Ini Cara Tepat Memilih Buckle dan Clasp Jam Tangan

Sering Salah Beli, Ini Cara Tepat Memilih Buckle dan Clasp Jam Tangan

Banyak yang harus kamu perhatikan sebelum membeli jam tangan, selain harga tentunya. Agar mendapat jam tangan yang sesuai fashion statement, kamu perlu mempertimbangkan brand, desain, dan komplikasi jam. Sedangkan bila kamu ingin mendapat jam yang nyaman digunakan, perhatikan ukuran case, material strap, hingga jenis locking deployant atau pengait.

Ya, pengait jam tangan merupakan komponen krusial. Bagian ini akan menentukan bagaimana kamu memasang jam tangan, apakah praktis atau tidak. Pengait ini juga akan kamu buka tutup setiap hari. Jadi, pastikan kamu memilih buckle atau clasp jam tangan yang kokoh.

Jangan sampai kamu salah beli pengait jam tangan lalu menyesal. Berikut cara memilih clasp atau buckle yang cocok untuk kamu, berdasarkan jenisnya:

Pilih Clasp Bila Kamu Suka Gaya Elegan

Untuk jam tangan dengan bracelet berbahan logam, pengait yang digunakan adalah clasp. Clasp punya konstruksi yang lebih kompleks dibandingkan buckle. Clasp dibuat dari logam yang dapat dilipat sehingga bisa menahan bracelet pada pergelangan tangan.

Karena berbahan logam, umumnya stainless steel, jam tangan dengan clasp terkesan elegan dan mewah. Desain clasp yang kompleks juga memunculkan kesan mahal pada jam tangan. Bagian sebagian orang, clasp juga lebih cepat dikenakan dibandingkan jam dengan buckle.

Ada banyak jenis clasp jam tangan yang bisa kamu pilih. Setidaknya 5 model clasp yang populer di pasaran. Mulai dari deployant clasp, jewelry clasp, butterfly clasp, toggle clasp.

Deployant Clasp adalah jenis clasp paling basic. Deployant clasp diciptakan oleh Louis Cartier pada 1910, sering pula disebut Deployment Clasp. Struktur pengait ini dibagi menjadi tiga bagian yang bila dibentangkan, akan memudahkan pengguna memasukkan bracelet ke pergelangan tangannya sebelum dikunci dengan tombol pengait.

Deployant clasp. Dok: Gevril Group

Deployant clasp terdiri atas single push-button, yakni ditutup-buka dengan satu tombol pengait dan double push-button yang ditutup-buka dengan dua tombol pengait. Deployant clasp dengan double-push button lebih kokoh dan awet untuk digunakan dalam jangka panjang.

Ada pula Fold-Over Push-Button Deployant Clasp. Model ini bisa dibilang paling aman karena membuat jam lebih rekat pada pergelangan tangan. Namun deployant clasp jenis apa pun yang kamu gunakan, pengguna sebaiknya melakukan sedikit penyesuaian pada strap atau bracelet, agar jam makin nyaman digunakan. 

Fold-Over Push-Button Deployant Clasp. Dok: Amazon

Kalau kamu mencari clasp yang aman tapi tidak menonjol, Butterfly Clasp bisa jadi pilihan kamu. Mekanisme butterfly clasp ini tersembunyi sehingga gesper tidak terlihat dari luar.  Butterfly watch sering digunakan pada dress watch, yakni jam tangan mekanikal yang didesain untuk dipakai dengan jas atau kemeja formal lengan panjang.

Butterfly Clasp. Dok: Amazon

Clasp jenis lain adalah Jewelry Clasp. Disebut jewelry karena clasp jenis ini juga digunakan pada gelang dan perhiasan lain. Jewelry clasp terdiri atas dua bagian utama, yakni pengait pada satu sisi dan lubang pada sisi lainnya. Acara menguncinya gampang, kamu tinggal mengaitkan pengait pada lubang dan menutupnya. Kelebihan pada jewelry clasp adalah mudah disesuaikan dengan besar pergelangan tangan

Jewelry Clasp. Dok: iknowwatches

Ada pula Toggle Clasp yang sering digunakan pada jam tangan dengan bracelet rantai. Clasp ini terdiri atas cincin pada satu sisi dan pengait sederhana pada sisi lainnya. Dibandingkan deployant, butterfly, dan jewelry clasp, toggle clasp paling jarang ditemui.

Toggle Clasp. Dok: Begay Jewelry

Pilih Buckle Kamu Suka Gaya Klasik

Selain clasp, kamu juga akan umum menemukan jam tangan dengan pengait buckle. Jam tangan dengan buckle biasanya memiliki strap berbahan kulit, nato, dan rubber. Disebut Tang Buckle, pengait jenis ini membangkitkan kesan klasik pada jam tangan kamu.

Mekanisme buckle pada jam tangan sama halnya dengan gesper pada ikat pinggang. Artinya kamu harus menekuk kulit setiap kali memasang dan melepas arloji. Oleh karenanya, buckle jenis ini rentan membuat strap retak atau pudar seiring waktu.

Buckle jam tangan. Dok: twobrokewatchsnobs

Kekurangan lainnya adalah, buckle kurang aman bila dibandingkan clasp. Buckle bisa saja rusak saat kamu memakai jam tangan. Karenanya, kamu disarankan memilih buckle berbahan logam agar lebih aman.

Apapun pengait jam tangan yang kamu suka, kamu bisa mencarinya di situs atau aplikasi Jamtangan.com. Jam tangan dengan berbagai jenis locking deployment tersedia di sana. Happy shopping!

Categories: Info & Tips