Timex Rilis Marlin Neo Classic Chronograph, Terinspirasi Gaya 1930-an dengan Telemeter dan Tachymeter
Timex baru saja merilis Marlin Neo Classic Chronograph, dengan membawa desain yang terinspirasi dari gaya jam navigasi era 1930-an, lengkap dengan skala telemeter dan tachymeter pada dial. Koleksi ini hadir dalam tiga model, yakni TW3A00200, TW6A01200, dan TW3A00300. Ketiganya menggunakan stainless steel case berdiameter 40 mm, namun hadir dengan pilihan strap dan detail dial yang berbeda. Mari simak informasi selengkapnya berikut ini!
Hadir dengan Desain Klasik

Timex Marlin Neo Classic Chronograph dirancang menggunakan stainless steel case dengan finishing kombinasi brushed dan polished. Case ini bediameter 40 mm, ketebalan 13 m, dan lug-to-lug 48,5 mm. Lalu terdapat angled lugs serta crown pada posisi pukul 3 yang diapit oleh dua pusher chronograph bergaya pump/piston yang klasik.
Untuk memperkuat nuansa vintage, Timex menggunakan kaca akrilik berbentuk cembung atau domed acrylic crystal. Material ini juga umum digunakan pada jam tangan bergaya vintage. Jam tangan ini sudah memiliki ketahanan air hingga 50 meter yang aman terkena percikan air.Ā
Memiliki Multi-scale Dial

Sebelumnya, Timex Marlin sudah memiliki koleksi jam tangan yang terinspirasi dari era tahun 1960-an. Namun, untuk model Marlin teranyar ini, Timex kembali ke era yang lebih jauh untuk menghadirkan desain dial yang kompleks dan memiliki karakter khas, dengan inspirasi dari jam tangan navigasi pada 1930-an.

Untuk desain dial-nya cukup kompleks dengan banyak detail. Skala tachymeter berbentuk spiral berada di bagian tengah dial, sedangkan skala telemeter berwarna biru mengelilingi bagian tepi dial. Fungsi chronograph dihadirkan melalui jarum detik chronograph pada dial utama dan subdial menit pada posisi pukul 9. Sementara itu subdial pukul 3 merupakan indikator 24 jam untuk waktu utama. Jam tangan ini tidak memiliki jarum detik waktu utama.

Skala tachymeter dapat digunakan bersama fungsi chronograph untuk menghitung kecepatan rata-rata. Sementara itu, skala telemeter digunakan untuk mengukur jarak berdasarkan selisih waktu antara melihat dan mendengar suatu peristiwa, misalnya kilatan petir dan suara guntur.

Cara menggunakannya cukup sederhana. Fungsi chronograph dimulai saat melihat kilatan petir dan dihentikan ketika suara guntur terdengar. Angka yang ditunjukkan oleh jarum chronograph dapat digunakan untuk memperkirakan jarak badai dari posisi pengguna. Fungsi yang terbilang klasik ini menjadi salah satu elemen yang memberikan karakter khas pada desain dial jam tangan tersebut.
Lihat 3 Model Timex Neo Classic Chronograph
Seperti yang disebutkan, Timex Neo Classic Chronograph hadir dalam tiga pilihan model. Ketiganya dibekali quartz movement. Berikut desainnya:Ā
1. Timex Neo Classic Chronograph TW3A00300

Pertama adalah TW3A00300, yang memiliki dial krem dengan jarum biru metalik serta aksen warna biru dan merah. Ini menjadi yang menjadi satu-satunya model yang menggunakan stainless steel bracelet, lalu dilengkapi butterfly clasp untuk penguncian di pergelangan tangan

2. Timex Neo Classic Chronograph TW6A01200

Berikutnya adalah TW6A01200, secara desain masih sama dengan model sebelumnya namun kali ini menggunakan leather strap berwarna hitam dari Leather Working Group (LWG) yang dilengkapi quick-release spring bars.

3. Timex Neo Classic Chronograph TW3A00200

Terakhir adalah TW3A00200 yang hadir lebih berwarna. Bagian tengah dial dibuat berwarna putih, dikelilingi hour track berwarna silver-tone, serta hands dan marker berwarna senada yang dilapisi lume. Sementara skala telemeter memiliki berwarna biru langit yang juga dilengkapi aksen oranye dan kuning yang mencolok. Lalu case-nya dipasangkan leather strap berwarna coklat yang memberikan kesan retro.Ā

Itulah informasi seputar koleksi Timex Neo Classic Chronograph yang hadir dengan desain vintage, lengkap dengan skala tachymeter dan telemeter yang fungsional. Apakah koleksi akan hadir di JAMTANGAN.COM? Nantikan kabar berikutnya, ya! Kamu dapat cek koleksi Timex Marlin lainnya di sini.





