Omega Rilis Constellation Observatory, Pertama Kali dengan 2 Hands Berstandar Master Chronometer
Omega baru saja merilis koleksi Constellation Observatory untuk yang pertama kalinya dengan dua jarum dan sudah berstandar Master Chronometer (METAS). Koleksi ini dihadirkan dalam dua versi, yaitu steel dan gold. Untuk versi steel dihadirkan dalam empat model, yaitu: 140.13.39.21.01.001 (black dial), 140.13.39.21.02.001 (beige dial), 140.13.39.21.03.001 (blue dial), dan 140.13.39.21.10.001 (green dial). Sedangkan untuk versi gold dihadirkan dalam lima model, yaitu 140.53.39.21.99.004 (Canopus Gold™ on alligator), 140.50.39.21.99.001 (Moonshine™ gold on Moonshine™ gold), 140.53.39.21.99.001 (Moonshine™ gold on alligator), 140.53.39.21.99.002 (Sedna™ gold on alligator), dan 140.93.39.21.99.001 (platinum‑gold on alligator). Berikut tampilan dan spesifikasi lebih lengkap tentang Omega Constellation Observatory dalam versi steel dan gold.
Omega Constellation Observatory Versi Steel

Jam tangan Omega Constellation Observatory versi steel hadir dengan empat model, yaitu 140.13.39.21.01.001 (black dial dan black alligator strap), 140.13.39.21.02.001 (beige dial dan black alligator strap), 140.13.39.21.03.001 (blue dial dan blue alligator strap), dan 140.13.39.21.10.001 (green dial dan green alligator strap). Keempat jam tangan menggunakan O‑MEGASTEEL case berdiameter 39,4 mm, tebalnya 12,2 mm, dan lug-to-lug 47,2 mm. Ukuran case yang lebih besar (dibandingkan ukuran 37 mm), ini memberikan lebih banyak ruang bagi faset yang tajam dan dipoles untuk tampak bersinar di bawah cahaya.

Jam tangan dengan ketahanan air hingga 30 meter ini memakai domed-bevelled sapphire crystal yang sudah anti gores dengan lapisan anti reflektif di kedua sisi. Koleksi ini menggunakan sunray brushed dial yang hadir dengan dial warna hijau dan biru, serta dial warna silver dengan matte finish. Sedangkan versi black dial terbuat dari glossy ceramic, namun tetap mempertahankan bentuk pie-pan untuk sentuhan modern yang menarik. Koleksi ini juga memakai sharp kite-form applied indices dan satu set jarum jam dauphine unik.

Koleksi ini dibekali in-house automatic movement dengan self winding caliber 8914. Movement ini punya power reserve 60 jam dan berdetak sebanyak 25.200 bph. Movement ini juga sudah sesuai standar METAS dengan akurasi 0/+5 detik per hari. Omega Constellation Observatory versi steel dibanderol dengan harga $10.900 atau sekitar Rp 185,2 jutaan, sedangkan untuk dan model dengan dial keramik dibanderol dengan harga $12.200 atau sekitar Rp 207,3 jutaan.

Omega Constellation Observatory Versi Gold

Koleksi Constellation Observatory versi Gold hadir dalam lima model, yaitu 140.53.39.21.99.004 (Canopus Gold™ on blue alligator strap), 140.50.39.21.99.001 (Moonshine™ gold on Moonshine™ gold), 140.53.39.21.99.001 (Moonshine™ gold on green alligator strap), 140.53.39.21.99.002 (Sedna™ gold on brown alligator strap), dan 140.93.39.21.99.001 (platinum‑gold on black alligator strap). Ukuran case-nya sama dengan versi steel, tetapi memakai material case berbeda yang tampak serasi dengan gold dial.

Material case yang dipakai adalah satu model dalam 18K Sedna gold, Canopus, dan Moonshine Gold yang dilengkapi 9-link brick-style bracelet, dan platinum gold. Platinum-Gold sendiri adalah Omega alloy unik yang menggabungkan platinum dengan persentase emas dan kali ini dipadukan dengan Platinum-Gold dial PVD-coated.

Koleksi ini dibekali in-house automatic movement dengan self winding caliber 8915 dengan aksen logam berharga pada balance bride dan rotor. Caliber 8915 dibagi menjadi dua pilihan finishing, yaitu “Luxe” dan “Grand Luxe,” dengan edisi Platinum-Gold memakai caliber 8915 Grand-Luxe dengan rotor base dari Sedna Gold dan medali Observatorium dari white gold yang dihiasi aventurine glass dan white opal enamel.

Caliber 8914 dan 8915 adalah versi dua jarum dari movement seri 89XX Omega yang sudah ada. Secara umum, sertifikasi METAS melibatkan pengukuran posisi jarum detik jam tangan untuk mengukur ketepatannya. Namun, Laboratoire de Précision, yaitu badan sertifikasi independen dan disertifikasi oleh METAS untuk pengujian Master Chronometer dan SAS untuk Chronometer telah menciptakan unit pengujian baru.

Caranya adalah dengan mengandalkan pengukuran akustik dan pelacakan jarum jam optik tanpa memerlukan jarum detik untuk mensertifikasi setiap jam tangan. Dengan demikian, koleksi terbaru Constellation Observatory adalah jam tangan pertama yang sepenuhnya diukur dan disertifikasi melalui Laboratoire de Précision dan menjadi jam tangan dua jarum pertama yang mencapai sertifikasi Master Chronometer dengan akurasi 0/+5 detik per hari.
Model Sedna Gold dan Moonshine Gold dengan leather strap dibanderol harga $37.900 atau sekitar Rp 643,9 jutaan, Moonshine Gold dengan bracelet dibanderol dengan harga $59.100 atau sekitar Rp 1 miliar, Canopus Gold dibanderol dengan harga $44.000 atau sekitar Rp747,6 jutaan, sedangkan untuk edisi Platinum-Gold dibanderol dengan harga $57.800 atau sekitar Rp 982 jutaan.
Itu dia rilisan terbaru Omega Constellation Observatory yang mencatatkan sejarah sebagai jam tangan pertama dua jarum berstandar METAS. Tertarik untuk mengoleksinya? Dapatkan jam tangan Omega Constellation lainnya dengan mengunjungi website/aplikasi JAMTANGAN.COM.





