Seiko Rilis Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1

Seiko Prospex 'Pogue' Solar
Seiko Prospex'Pogue' Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1
Seiko Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1

Tahun ini, Seiko menghadirkan komposisi warna dari salah satu jam legendarisnya, yaitu Seiko 6139 yang pertama rilis 1969 sebagai automatic chronograph pertama di dunia dan belakangan 6139 dengan komposisi warna tersebut punya julukan “Pogue”, komposisi warna ini diterapkan pada Seiko Prospex Speedtimer Solar modern. Jam tangan ini adalah Seiko Prospex Speedtimer Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1 yang memiliki tampilan sporty

Secara desain, jam tangan Speedtimer Solar modern ini dijuluki sebagai ‘SeiTona’ karena memiliki bentuk dan posisi subdial yang mirip dengan Rolex Daytona. Penasaran dengan detail desain dan spesifikasinya? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini! 

Sejarah Seiko Speedtimer 6139-6005 “Pogue” 

Kolonel William R. Pogue mengenakan Seiko 6139-6005
Kolonel William R. Pogue mengenakan Seiko 6139-6005

Pada 1973, terdapat seorang astronot asal Amerika Serikat bernama Kolonel William R. Pogue yang mendapat tugas dari NASA untuk menjalankan misi “Skylab 4”. Enam bulan sebelum misi dimulai, Kolonel Pogue perlu mempersiapkan banyak hal, termasuk mencari alat untuk mengukur durasi kapan mesin pesawat akan kehabisan daya. 

Alhasil, Kolonel Pogue memutuskan untuk membeli Seiko 6139-6005 pada 13 Juni 1972, ia membeli jam tangan tersebut langsung dari toko Air Force PX. Padahal, saat itu seluruh astronot hanya diperbolehkan menggunakan Omega Speedmaster karena sudah tersertifikasi NASA. Namun, Kolonel Pogue diam-diam memasukan jam tangan Seiko miliknya tanpa izin resmi dari NASA. Ketika menjalankan misinya, ia menggunakan Seiko di tangan kiri dan Omega Speedmaster di tangan kanan. 

Selain itu, Seiko 6139-6005 juga menjadi jam tangan automatic chronograph pertama yang mencapai di luar angkasa (di dalam pesawat luar angkasa). Karena itulah jam tangan ini juga dijuluki “Pogue” karena sejarahnya yang ikonis. Seiko 6139 sendiri pertama kali dirilis pada tahun 1969 sebagai jam tangan automatic chronograph pertama di dunia. Sementara versi yang digunakan William Pogue merupakan versi yang khusus dipasarkan untuk pasar Amerika. Untuk itu, Seiko menghadirkan Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1 yang secara komposisi warna identik dengan 6139 yang pertama kali rilis pada 1969.

Intip Desain Case yang Sporty

Seiko Prospex'Pogue' Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1
Seiko Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1

Seiko Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1 dirancang menggunakan model dasar Prospex Solar Speedtimer generasi 2 yang dirilis pada 2022 lalu. Case ini terbuat dari stainless steel berdiameter 41,4 mm, ketebalan 13 mm, serta lug-to-lug 45,9 mm yang sudah tahan air hingga 100 meter. 

Sama seperti pendahulunya, SSC947P1 memiliki aluminium bezel berwarna biru dan merah (pepsi color) dengan skala tachymeter. Adapun crown pada posisi pukul 3 yang diapit oleh dua pusher. Kemudian jam tangan ini dipasangkan stainless steel bracelet dengan 3-fold clasp dan push button release

Dial Seiko Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1

Seiko Prospex'Pogue' Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1
Seiko Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1

Jam tangan ini memiliki sunray dial berwarna vivid yellow atau kuning cerah, sehingga komposisi warna ini mengingatkan kepada warna dial Seiko 6139 “Pogue”, walaupun Seiko 6139 dengan komposisi warna dial dan bezel ini sudah hadir sejak 1969.

Lalu terdapat tiga subdial berwarna hitam dengan fungsi-nya masing-masing. Seperti subdial pada pukul 3 berfungsi sebagai indikator 24 jam, subdial pukul 6 sebagai  indikator chronograph 60 menit dan indikator power reserve, dan subdial pada pukul 9 adalah detik utama. Selain itu, ada pula trek menit pada bagian inner ring serta date window yang tersembunyi pada posisi pukul 4.30, 

Sementara jarum jam dan menit juga dibuat menyerupai Speedtimer 1969. Lalu indeks marker dan hands-nya diisi LumiBrite untuk menambah visibilitas di tempat minim cahaya. Dial ini juga sudah dilindungi oleh curved sapphire crystal dengan lapisan anti-reflektif. 

Movement Seiko Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1

Seiko Prospex'Pogue' Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1
Seiko Prospex ‘Pogue’ Solar Chronograph 1969 Re-interpretation SSC947P1

SSC947P1 dibekali oleh solar movement Caliber V192. Saat terisi penuh, movement ini dapat beroperasi selama 6 bulan tanpa terkena paparan cahaya apapun dan indikator dayanya dapat dapat dilihat pada subdial pukul 6. Selain itu, movement ini memiliki akurasi ±15 detik per bulan dan dengan ketahanan magnet hingga 4.800 A/m.

Jam tangan ini akan dirilis pada Agustus 2024 mendatang secara global. Kabarnya, SSC947P1 hadir sebagai koleksi permanen, sehingga kamu tidak akan kehabisan. Tertarik untuk mengoleksinya? Tunggu tanggal mainnya di Jamtangan.com! Sambil menunggu, kamu dapat cek koleksi Seiko Prospex Speedtimer lainnya di sini

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Previous Article
Jam Tangan Pria Aigner dibawah 10 juta

5 Koleksi Jam Tangan Pria Menawan Under 10 Juta dari Brand Aigner 

Next Article
Seiko Museum Ginza

Eksklusif! Wawancara Jamtangan.com dengan Direktur Seiko Museum Ginza & Kunjungan ke Seiko Museum Ginza

Related Posts
Total
0
Share