MR-G Pertama di 2026: Casio Rilis G-Shock MRG-B2100D-2A, Terinspirasi Pagoda Lima Lantai di Prefektur Yamagata
Casio kembali memperkuat lini jam tangan premium G-Shock MR-G dengan meluncurkan MRG-B2100D-2A. RIlisan MR-G pertama di 2026 ini, terinspirasi dari pagoda lima lantai bersejarah di Prefektur Yamagata, Jepang. Sementara dial-nya didesain berwarna biru dengan pola tekstur 3D yang terinspirasi dari kigumi. Penasaran dengan detail desain dan spesifikasinya? Simak informasi selengkapnya berikut ini!
Terinspirasi dari Pagoda Lima Lantai di Prefektur Yamagata

Pada awal 2026, G-Shock membuat gebrakan dengan merilis MRG-B2100D-2A yang menampilkan dial berwarna biru. Warna tersebut terinspirasi dari Pagoda Lima Lantai di Gunung Haguro, Prefektur Yamagata, lokasi berdirinya pabrik utama Casio tempat lini MR-G diproduksi. Pagoda yang dibangun pada abad ke-10 ini ditetapkan sebagai Harta Nasional Jepang pada 1966 dan dikenal sebagai pagoda tertua di kawasan Tohoku.

Telisik Desain G-Shock MRG-B2100D-2A

G-Shock MRG-B2100D-2A dirancang menggunakan titanium case berdiameter 44 mm, ketebalan 13,6 mm, dan lug-to-lug 49,5 mm. Lalu dipadukan dengan octagonal bezel dari material Cobarion (cobalt-chromium), yang diklaim empat kali lebih keras dari titanium murni dan memiliki kilau menyerupai platinum.

Struktur case-nya terdiri dari 27 komponen terpisah yang masing-masing dipoles secara manual menggunakan teknik Zaratsu, menghasilkan efek mirror finish tanpa distorsi. Untuk meningkatkan ketahanan terhadap goresan, Casio juga melapisi bagian case dengan titanium karbida (TiC). Sementara itu, desain case dan bezel mengadopsi struktur Multi-Guard yang berfungsi meredam benturan dan melindungi modul di dalamnya.

Lalu case-nya dipasangkan dengan bracelet dari titanium DAT55G, yang disebut tiga kali lebih kuat dari titanium biasa. Sehingga soal durabilitasnya tak perlu diragukan lagi. Jam tangan ini sudah tahan air hingga 200 meter yang aman digunakan berenang hingga skin diving.

Seperti yang sudah diketahui, MRG-B2100D-2A memiliki dial berwarna biru hanada-iro, yaitu warna tradisional Jepang yang terinspirasi dari ketenangan pagoda pegunungan yang diselimuti kabut pagi. Berakar dari teknik pewarnaan indigo, warna ini memiliki sejarah panjang dan dahulu digunakan pada helm para panglima perang serta benda penting lainnya.
Adapun dial ini dirancang menggunakan teknik tradisional kigumi. Teknik tersebut menciptakan gelombang tak beraturan dan lubang-lubang kecil. Celah pada anyaman inilah yang memungkingkan cahaya untuk tough solar power masuk. Jam tangan ini juga memiliki date window pada pukul 3 dan indikator hari dalam seminggu pada subdial di antara pukul 7 dan 8.
Lalu Indeks pada pukul 12 menggunakan struktur di mana dua bagian digabungkan dengan presisi tinggi. Kerajinan rumit yang memerlukan presisi tinggi ini dicapai melalui teknologi pemesinan mikro Yamagata Casio.
Fitur-fitur G-Shock MRG-B2100D-2A

Selain punya konstruksi yang tangguh, G-Shock MRG-B2100D-2A turut dibekali sejumlah fitur pendukung. Mulai dari fitur Smartphone Link yang dapat dihubungkan ke smartphone menggunakan Bluetooth, solar charging, dan Multiband-6.
Berkat dukungan Tough Solar, jam tangan ini mampu beroperasi hingga 5 bulan saat baterai terisi penuh dengan semua fungsi digunakan. Namun ketika power saving mode diaktifkan bisa bertahan hingga 18 bulan. Selain itu, terdapat pula Super Illuminator LED light untuk menambah visibilitas di tempat minim cahaya.

Jam tangan ini juga dilengkapi oleh bracelet titanium dengan 3-fold clasp yang diberi fitur sistem penguncian Tight-lock dengan 1-press.
Itulah informasi mengenai G-Shock MRG-B2100D-2A yang dirilis pada Januari 2026. Jam tangan ini dibanderol seharga JPY572.000 atau sekitar Rp61 jutaan. Tertarik untuk mengoleksinya? Tunggu kehadirannya di JAMTANGAN.COM, ya! Kamu dapat cek koleksi G-Shock MRG lainnya di sini.





