Mengapa Jam Automatic Masih Digemari?

Mengapa Jam Automatic Masih Digemari?

Sebagai orang yang sering menjelajah YouTube terutama pada video yang membahas seluk beluk jam mekanik termasuk automatic, tidak jarang saya menemui komentar seperti ini

“Jam quartz merek XYZ yang seharga kurang dari 20 dolar saja masih lebih akurat dibanding jam ini!”

Patut diakui, cibiran itu ada benarnya. Secara umum, jam quartz memang cenderung lebih akurat, relatif lebih murah dalam produksinya, dan lebih stabil komponennya terhadap berbagai kondisi dibanding jam automatic. Hal ini dikarenakan jam automatic menggunakan lebih banyak komponen yang cukup halus. Pemikiran seperti itu pula lah yang melandasi terjangan Quartz Crisis yang meluluhlantakkan industri jam Swiss awal 70-an. Saya bisa membayangkan andai saja kaum pemerhati jam quartz saat itu ditanya dengan sinis “memangnya jam quartz lebih akurat?” lalu mereka dengan penuh kepercayaan diri menjawab: “Yang lebih mahal banyak”

Sebelum tulisan ini semakin menjauh dari topik mari kita pikirkan lagi: mengapa masih banyak yang berminat terhadap jam automatic, mengapa mereka rela membayar lebih dan mengorbankan akurasi, serta sejumlah pertanyaan lainnya. Pertanyaan itu sekarang juga semakin menjadi-jadi akhir-akhir ini dengan munculnya smartphone dan smartwatch. Buat apa repot-repot punya jam automatic bila sekarang sudah ada smartphone dan smartwatch untuk melihat waktu dengan segudang fiturnya? Saya tidak yakin saat ini jam automatic bisa menghitung kalori yang anda keluarkan setelah sesi latihan di gym.

Bagi yang belum mengerti apa itu jam automatic, secara singkat jam automatic adalah jenis jam mekanikal yang mengisi daya untuk menggerakan mekanisme dalam jam melalui gerakan tangan kita. Gerakan tangan ini akan memutar bandul di dalam jam yang kemudian memutar per yang disebut mainspring yang selanjutnya menggerakan jam tersebut tanpa bantuan kelistrikan. Hal ini juga yang membedakan jam automatic misalnya dengan jam kinetic keluaran Seiko yang meski mengisi daya melalui gerakan bandul juga namun gerakan bandul tersebut mengisi daya listrik yang kemudian digunakan untuk movement quartz-nya, atau dengan jam mekanikal manual yang mengisi daya mainspring dengan memutar crown-nya. Jam mekanikal sendiri ada yang murni automatic, murni manual, dan keduanya.

Oris Artelier Complication

Satu yang menjadi daya tarik jam mekanikal termasuk automatic justru mekanisme di dalamnya yang lebih rumit dibanding quartz. Sesungguhnya kerumitan jam automatic dibanding jam quartz apalagi smartwatch adalah satu karya seni tersendiri. Membuat jam automatic memerlukan dedikasi lebih, penuh kehati-hatian dan presisi. Bayangkan satu jam mekanik dengan berbagai komplikasi (fitur tambahan selain menunjukkan waktu seperti tanggal, hari, fase bulan, dsb). Sekarang bayangkan semuanya itu digerakkan hanya oleh mainspring yang menggerakan serentetan roda gigi yang dapat menggerakan kesemuanya itu, tanpa listrik apalagi coding. Kemudian bayangkan lagi bagaimana setiap roda gigi dirancang secara spesifik bentuk, ukuran, dan letaknya tanpa ada yang sia-sia menggerakan satu sama lain, sehingga setiap fungsi dapat berjalan secara harmonis. Tanggal dan hari berganti secara teratur tiap dua kali putaran jarum jam, siklus bulan bergerak secara teratur, bahkan untuk jam-jam yang lebih kompleks, ada yang dapat menyesuaikan saat tanggal kabisat, menunjukkan waktu melalui suara dentingan saat menekan satu tombol, bahkan menunjukkan pergerakan planet-planet di tata surya kita. Semuanya itu murni dari serentetan gerakan roda gigi. Terakhir bayangkan kesemuanya itu berada dalam kemasan kecil yang muat dengan pergelangan tangan kita. Bahkan jika kemasannya transparan, kita dapat melihat bagaimana semua komponen itu bekerja.

Mereka yang menyukai jam automatic juga mengetahui satu perbedaan khusus dalam gerakannya dibanding jam quartz. Jarum detik jam automatic bergerak secara menyapu dibanding jam quartz yang jarum detiknya bergerak sekali setiap detik. Pergerakan itu tentunya suatu keistimewaan khas jam mekanikal, meskipun ada jam quartz yang bergerak menyapu seperti Bulova Precisionist dan ada juga jam automatic yang berdetik bak jam quartz seperti Jaeger-LeCoultre Geophysic True Second atau Grönefeld One Hertz

Seiko 5 SNZG13K1

Mungkin saat ini anda sudah berminat dengan jam automatic atau setidaknya mau mencoba, tapi masih ragu apakah nanti harganya akan mahal. Tak perlu dirisaukan, saat ini banyak jam automatic dengan harga terjangkau namun mempunyai kualitas yang mumpuni, sebagai contoh seri Seiko 5. Cobalah mengunjungi berbagai forum jam di internet dan lihatlah betapa banyak yang memuji kualitas jam automatic berharga miring ini.

Ada suatu keistimewaan tersendiri yang dimiliki jam automatic dibanding jenis jam lainnya. Kita tentu tidak bisa seenaknya berkata buat apa beli sportscar kalau ada MPV yang bisa muat sekeluarga beserta mertua anda. Keduanya adalah hal yang berbeda dengan cara apresiasi yang berbeda pula. Seperti layaknya sportscar, jam automatic adalah satu pencapaian teknikal umat manusia yang mempunyai nilai keindahan, dan sebagai makhluk yang mampu mengapresiasi keindahan, sayang bila kita luput dari keindahan itu.

DJO/www.jamtangan.com