Mengenal Awal Mula Seiko dari Kintaro Hattori

Kisah Kintaro Hattori, sang pendiri yang sukses menjadikan Seiko sebagai salah satu jam tangan terbaik di dunia
Kintaro Hattori pendiri seiko

Kesuksesan Seiko sebagai salah satu brand jam tangan terbaik tak lepas dari sosok Kintaro Hattori. Selama puluhan tahun Kintaro Hattori telah melalui berbagai petualangan hingga Seiko mencapai titik ini. Warisan legendaris sang maestro arloji masih bisa dinikmati para pecinta jam tangan sampai sekarang.

Sejak awal mula terjun jadi pengusaha jam, Kintaro Hattori sempat menggunakan beberapa nama hingga akhirnya menggunakan Seiko. Untuk lebih jelasnya, Minwatch merangkum kisah pengusaha asal Tokyo ini yang merintis brand jam tangan Seiko.

Merintis Bisnis Bersama K. Hattori & Co

Kintaro Hattori
Kintaro Hattori. Sumber : https://www.seikowatches.com/id-id/special/heritage

Kintaro Hattori terpikat dengan jam tangan sejak kecil. Pada usia 13 tahun, ia sudah bekerja di sebuah toko menjadi pembuat jam. Dari pengalamannya ini, ia membuka bengkel kecil di rumahnya, tepatnya di Uneme-Cho, Tokyo. Bengkelnya yang berlokasi di sebuah distrik kecil ini ia beri nama “Hattori Clock Repairer”. Hingga pada tahun 1881, tepatnya di usia 21 tahun, ia mendirikan K. Hatori & Co yang menjadi awal mula Seiko.

Tak hanya memperbaiki jam, ia juga menjual berbagai jam import eceran dan grosir melalui K. Hatori & Co. Awalnya ia hanya mendistribusikan jamnya di pemukiman Yokohama. Karena reputasinya cukup baik, bisnisnya pun berkembang sehingga beberapa perusahaan jam pun ikut menjual produknya lewat K. Hattori & Co. Tak hanya itu, Kintaro Hattori pun memindahkan bisnisnya pada tahun 1887 ke lokasi yang lebih baik, yaitu di jalan utama Ginza.

Seikosha, Pabrik Jam Pertama Milik Kintaro Hattori

https://museum.seiko.co.jp/en/collections/watch_previousterm/collect004/
Sumber : https://museum.seiko.co.jp/en/collections/watch_previousterm/collect004/

Perjalanan Kintaro Hattori di dunia jam kini sudah mulai jauh. Sebagai pengusaha, ia terus mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan sebuah pabrik jam dinding yang ia beri nama “Seikosha”. Dalam bahasa Jepang, nama ini diambil dari 2 kata, yaitu “seiko” berarti “indah” dan “sha” berarti rumah. Pabrik ini berisikan selusin karyawan serta diawasi oleh seorang chief engineer, Mr. Yoshikawa.

Sejak Seikosha berdiri, banyak produk jam yang telah Kintaro Hattori ciptakan. Bersama timnya, ia mulai memproduksi lini jam tangan saku yang disebut Timekeeper pada tahun 1895. Banyak inovasi yang telah diciptakan olehnya bersama Seikosha, salah satunya adalah jam alarm yang dilapisi material nikel.

Pada usia 39, ia terus mencari inspirasi baru untuk jamnya dengan melakukan banyak kunjungan ke pabrik jam tangan di Eropa. Kintaro Hattori melakukan beberapa pembaruan pada peralatan dan mesin di Seikosha. Hal ini dilakukannya demi terciptanya jam yang tak ketinggalan zaman. Hingga akhirnya, Seikosha meluncurkan jam tangan saku yang diberi nama Empire.

Tak hanya itu, ia memperkenalkan jam tangan pertama buatan Jepang bernama Laurel pada tahun 1913. Jam tangan Laurel ini bisa dibilang pencapaian Kintaro Hattori sebagai pembuat jam di Jepang. Dalam penciptaannya, terdapat banyak tantangan yang dihadapai terutama dari segi desain dan perakitannya. Hal ini memicu Seikosha melakukan evolusi besar-besaran dalam pembuatan jam tangan, yang mana Jepang sendiri cukup tertinggal.

Usahanya ini lantas berbuah manis untuk Kintaro Hattori dan Seikosha. Pada tahun 1901, Seikosha menjadi dealer jam terbesar di Jepang. Kemudian ia membuka jalannya ke pasar yang lebih besar lagi dengan membuka agen penjualan di kota Shanghai dan Hong Kong.

Momen Kintaro Hattori Mendirikan SEIKO

https://www.seikowatches.com/id-id/special/heritage
Sumber : https://www.seikowatches.com/id-id/special/heritage

Reputasi Kintaro Hattori di jagat jam membuatnya diakui menjadi salah satu penggerak industri di Jepang. Kontribusinya di industri arloji diakui sehingga ia punya sebutan “The King of Timepieces in The East” pada usia 55 tahun. Beberapa revolusi serta inovasi pada karyanya bisa jadi kebanggaan bagi negara Jepang.

Masa jaya yang telah dicapai ini lantas mengalami sandungan. Tepat pada tanggal 1 September 1923, pabriknya Seikosha dan kantor K. Hattori & Co hangus terbakar setelah gempa besar. Musibah ini melanda Daratan Kanto di pulau utama Jepang Honshu. Tak hanya kerugian dari kerusakan bangunan, Gempa Besar Kanto ini menelan ratusan korban jiwa yang meninggal dan hilang yang jadi pukulan berat bagi masyarakat Jepang.

Tamparan kuat ini tak membuat Kintaro Hattori menyerah atas usahanya selama ini. Pada bulan berikutnya, ia melakukan rekonstruksi pabrik dan kantornya. Kondisi ini dijadikannya sebagai momen untuk melebur kedua perusahaannya. Dengan semangat baru, ia kembali menjual jam tangan pada bulan Desember 1924 dengan nama barunya, yaitu SEIKO.

Identitas Seiko Sebagai Jam Tangan Presisi nan Akurat

https://www.seikowatches.com/id-id/special/heritage
Sumber : https://www.seikowatches.com/id-id/special/heritage

Berdasarkan pengalaman dan reputasi yang telah dibangun, Kintaro Hattori membuktikan Seiko bisa memberi jam yang presisi dengan akurasi yang tinggi. Kehalusan jam buatannya masih tetap dirasakan, karena banyak inovasi yang diberikan. Hal ini menjadi angin segar untuk brand Seiko.

Pada tahun 1929, Seiko ditunjuk oleh Japan National Railways untuk menjadi supplier jam resmi bagi masinis kereta api di Jepang. Kerjasamanya ini membuahkan lini jam saku yang disebut Seikosha Railroad Watch. Dibuat dalam 19 model, seri ini menjadi jam tangan atau jam saku kereta api di Jepang.

Baca juga: Lihat 12 Jam Tangan Seiko yang Mencetak Sejarah

Setelah prestasinya bersama 2 perusahaan lamanya yang melebur jadi Seiko, Kintaro Hattori mendirikan sebuah yayasan non profit pada usia 70 tahun. Yayasan ini diberi nama Hattori Hokokai yang turut memberikan beasiswa serta layanan bagi pekerja umum. Upayanya ini lantas menjadikannya sebagai salah satu pengusaha yang punya dampak besar di Jepang.

Sejalan dengan itu, Seiko masih dalam tahap renovasi toko utamanya yang akhirnya selesai pada tahun 1932. Ia mendirikan Wako Clock Tower yang kini jadi ikon di Ginza, Tokyo. Menara ini mengadopsi gaya arsitektur klasik di Italia, atau biasa disebut neo-renaisans.

Akhir Hayat dan Seiko Terus Melesat

https://www.seikowatches.com/id-id/special/heritage
Sumber : https://www.seikowatches.com/id-id/special/heritage

Kintaro Hattori tutup usia pada tahun 1934, tepatnya pada umur 73 tahun. Pasca kematian sang pendiri, Seiko tetap terus berinovasi dengan menciptakan komponen mesin jam tangan yang berfungsi untuk meredam getaran, yaitu Diashock. Komponen dari mechanical movement ini jadi solusi jika jam tangan terguncang, yang mana Diashock akan memastikan akurasi jam tetap terjaga.

Tak hanya itu, Seiko meluncurkan jam tangan pemuntir otomatis yang dilengkapi dengan sistem magic lever. Sistem yang dikembangkan Seiko ini masih dipakai pada jam tangan keluaran sekarang. Jam tangan yang diberi nama Gyro Marvel ini lantas jadi inovasi yang membuat Seiko mendominasi pasar jam tangan dunia.

Kintaro Hattori memang punya peran dan jasa untuk industri jam tangan di dunia. Perjuangan dan pasang surutnya membuat Seiko kuat dengan identitas jam tangan yang presisi dan akurat. Hingga kini, Seiko tetap memproduksi jam tangan berkualitas dan inovatif. Kamu bisa mendapatkan koleksi Seiko terbaru di Jamtangan.com.

Oleh: Audi Marchal

Sumber :

https://museum.seiko.co.jp/en/seiko_history/founder/

https://www.seikowatches.com/id-id/special/heritage

Total
0
Shares
Previous Article
Seiko Prospex Speedtimer Mechanical Chronograph

Lebih Cepat dan Presisi bersama Deretan Seiko Chronograph

Next Article
Hublot Big Bang

Hublot Big Bang, Hadir Dengan Konsep Fusion dan Desain Futuristik

Related Posts