Setelah teaser misterius yang memancing spekulasi liar di komunitas jam tangan global, akhirnya Swatch dan Audemars Piguet resmi memperlihatkan hasil kolaborasi terbaru mereka lewat koleksi Royal Pop. Namun hasil akhirnya ternyata jauh berbeda dari ekspektasi mayoritas enthusiast yang berharap hadirnya “MoonSwatch versi Royal Oak”. Seperti apa koleksi Royal Pop ini? simak pada tulisan di bawah ini.
Parpaduan Swatch POP & Inspirasi Royal Oak Pocket Watch
Alih-alih menghadirkan wristwatch berbentuk Royal Oak berbahan bioceramic, Royal Pop justru hadir sebagai reinterpretasi modern dari Swatch POP tahun 1986 dalam format wearable pocket watch modular. Meski begitu, identitas Royal Oak tetap terasa sangat kuat lewat bezel octagonal dengan exposed screws, dial bermotif Petite Tapisserie, hingga permainan desain geometris yang langsung mengingatkan pada karya legendaris Gérald Genta.
Sebenarnya model ini juga terinspirasi tradisi panjang jam saku Audemars Piguet, yang berakar pada abad ke-19. Selama tahun 1960-an dan 1970-an, banyak variasi jam tangan ultra-tipis dibuat dalam seri yang sangat kecil, yang terkadang berbentuk bulat, tetapi seringkali poligonal, heksagonal, dan bahkan oktagonal.
Swatch dan Audemars Piguet tampaknya memang sengaja tidak ingin sekadar mengulang formula MoonSwatch. Royal Pop dibuat jauh lebih eksperimental, lebih fashion-oriented, dan lebih niche dibanding kolaborasi Swatch sebelumnya dengan Omega maupun Blancpain. Koleksi ini terdiri dari delapan SKU berbeda yang terbagi ke dalam dua konfigurasi utama, yakni model Lépine dan Savonnette.
Movement Sistem51 dengan Power Reserve 90 Jam
Salah satu aspek paling menarik dari Royal Pop justru ada pada movement-nya. Berbeda dengan MoonSwatch yang menggunakan quartz movement, seluruh model Royal Pop memakai movement mechanical hand winding berbasis Sistem51 yang sudah dimodifikasi khusus untuk proyek ini.
Sistem51 sendiri pertama kali diperkenalkan Swatch pada tahun 2013 sebagai movement mechanical revolusioner dengan hanya 51 komponen dan proses perakitan yang sepenuhnya otomatis. Movement ini juga dikenal karena konstruksinya yang efisien serta kemampuannya menawarkan power reserve panjang.
Untuk Royal Pop, movement tersebut dikembangkan lebih jauh dengan power reserve hingga 90 jam dan penggunaan Nivachron balance spring anti magnetik. Pendekatan ini membuat Royal Pop terasa lebih serius dari sisi horologi dibanding MoonSwatch. Beberapa model juga menggunakan caseback transparan yang memperlihatkan dekorasi movement dengan sentuhan pop-art khas Swatch. Perpaduan tersebut menciptakan kontras unik antara identitas playful Swatch dan aura high horology Audemars Piguet.
Otto Rosso
Otto Rosso tampil sebagai salah satu model paling agresif secara visual dalam lineup Royal Pop. Dial merah terang dipadukan dengan bezel octagonal merah matte membuat karakter pop-art khas Swatch terasa sangat dominan. Namun pola Petite Tapisserie khas Royal Oak tetap dipertahankan sehingga koneksi dengan DNA Audemars Piguet masih sangat jelas.
Model ini menggunakan format Lépine dengan crown di posisi jam 12 dan layout clean dua jarum tanpa small seconds. Secara keseluruhan, tampilannya terasa sporty, eksperimental, dan sangat fashion-forward.
Huit Blanc
Huit Blanc menjadi varian paling futuristis di koleksi Royal Pop. Hampir seluruh elemen visualnya dibalut warna putih, mulai dari bezel, case, dial, hingga sistem clip modular-nya. Pendekatan tersebut membuat tekstur Petite Tapisserie pada dial terlihat lebih menonjol dibanding model lain.
Secara visual, Huit Blanc terasa sangat modern dan minimalis. Warna screw pada bezel yang dibuat berbeda-beda juga memberi nuansa playful yang kuat khas Swatch.
Green Eight
Green Eight membawa nuansa yang paling dekat dengan tren luxury sports watch modern. Dial hijau emerald berpadu dengan bezel hijau matte sehingga memberi karakter yang cukup familiar bagi penggemar Royal Oak green dial.
Meski demikian, Swatch tetap mempertahankan pendekatan warna yang lebih saturated dan ekspresif dibanding estetika luxury watch tradisional. Layout dua jarum membuat tampilannya tetap clean dan mudah dikenali.
Blaue Acht
Blaue Acht hadir dengan warna biru muda yang sangat kental nuansa retro Swatch era 1980-an. Dari seluruh lineup Royal Pop, model ini mungkin yang paling terasa koneksinya dengan Swatch POP original.
Tone birunya dibuat terang dan playful, berbeda dengan pendekatan navy elegan yang biasa ditemukan pada Royal Oak modern. Exposed screws pada bezel octagonal memberi kontras visual yang kuat dan membuat desainnya terasa semakin eksentrik.
Orenji Hachi
Orenji Hachi menjadi model paling mencolok di seluruh koleksi Royal Pop. Dial dan bezel orange terang langsung menarik perhatian dan benar-benar menegaskan arah desain eksperimental proyek ini.
Alih-alih mencoba tampil subtle atau elegan seperti Royal Oak konvensional, model ini justru sepenuhnya embrace identitas pop culture khas Swatch. Karakternya terasa lebih seperti collectible fashion object ketimbang luxury sports watch tradisional.
Ocho Negro
Bagi enthusiast yang menginginkan tampilan paling aman dan wearable, Ocho Negro kemungkinan jadi pilihan utama. Kombinasi dial hitam dan bezel hitam matte membuat tampilannya paling dekat dengan estetika klasik Royal Oak.
Format dua jarum Lépine menjaga desainnya tetap clean dan versatile. Di antara seluruh model Royal Pop, Ocho Negro kemungkinan akan jadi SKU yang paling mudah diterima enthusiast konservatif karena tampilannya tidak terlalu flamboyan.
Lan Ba
Lan Ba merupakan salah satu dari dua model Savonnette dalam koleksi ini. Berbeda dengan konfigurasi Lépine, model Savonnette menggunakan crown di posisi jam 3 dan dilengkapi subdial small seconds.
Dial biru tua pada Lan Ba memberi nuansa yang sedikit lebih elegan dibanding Blaue Acht. Kehadiran small seconds juga membuat layout dial terasa lebih technical dan lebih dekat dengan pocket watch tradisional.
Otg Roz
Otg Roz menjadi model paling eksentrik sekaligus paling fashion-forward dalam lineup Royal Pop. Warna pink terang dipadukan dengan konfigurasi Savonnette dan small seconds sehingga tampilannya terasa sangat playful.
Model ini secara jelas menunjukkan arah utama kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet: bukan membuat versi murah Royal Oak, tetapi menciptakan collectible wearable object dengan pendekatan pop culture modern.
Kontroversi Audemars Piguet x Swatch Royal Pop
Royal Pop langsung memecah opini komunitas jam tangan sejak visual resminya muncul. Sebagian enthusiast menganggap kolaborasi ini terlalu gimmicky dan tidak menjawab ekspektasi publik yang berharap hadirnya Royal Oak versi Swatch dalam format wristwatch biasa.
Kekecewaan terbesar muncul karena teaser awal membuat banyak orang membayangkan desain yang jauh lebih dekat dengan Royal Oak klasik. Ketika hasil akhirnya ternyata berupa wearable pocket watch modular, sebagian komunitas merasa hype yang dibangun terlalu besar dibanding produk akhirnya.
Namun di sisi lain, ada juga yang melihat langkah ini sebagai keputusan yang jauh lebih berani. Swatch dan Audemars Piguet tidak memilih jalur aman dengan sekadar membuat “Royal Oak murah”, melainkan mencoba menciptakan collectible baru yang menggabungkan fashion, pop culture, dan desain ikonik Royal Oak dalam format berbeda. Kontroversi tersebut justru menunjukkan strategi marketing mereka berhasil. Royal Pop mungkin bukan jam tangan yang akan disukai semua orang, tetapi hampir semua enthusiast membicarakannya.
Kesimpulan
Royal Pop jelas bukan kolaborasi yang dibuat untuk menyenangkan semua orang. Koleksi ini sengaja dibuat eksperimental, nyeleneh, dan jauh dari formula aman yang sebelumnya sukses lewat MoonSwatch.
Bagi enthusiast tradisional, Royal Pop mungkin terasa terlalu fashion-oriented dan terlalu jauh dari esensi Royal Oak. Namun dari sudut pandang branding, Swatch dan Audemars Piguet berhasil menjaga eksklusivitas Royal Oak sambil tetap menciptakan hype global lewat produk yang benar-benar berbeda.
Pada akhirnya, Royal Pop bukan tentang menghadirkan Royal Oak murah. Koleksi ini lebih seperti pertemuan antara dunia luxury watchmaking dan pop culture modern dalam bentuk collectible wearable object yang sangat khas Swatch. Koleksi Audemars Piguet x Swatch Royal Pop dijadwalkan mulai dijual pada 16 Mei 2026 secara eksklusif di butik Swatch tertentu di seluruh dunia. Yuk cek koleksi Swatch lainnya di JAMTANGAN.COM
