Seiko kembali melakukan pameran “Power Design Project” di Tokyo, Jepang, mulai 14 hingga 29 Maret 2026 bertema “Passionately and Obsessively Crafted Watches.” Acara ini sekarang dilakukan di Light Box Studio di Aoyama, Tokyo, Tokyo, bukan lagi di Harajuku. Pada pameran kali ini, Seiko memamerkan tujuh jam tangan eksperimental karya desainer internal Seiko. Prototipe tersebut dirancang dengan berbagai macam bentuk case seperti berbentuk bulat, tekstur pada dial, dan tema kucing yang playful. Berikut tampilan dari model jam tangan yang dipamerkan di ajang Seiko Power Design Project 2026.
1. Naoya Sukeda dengan Machining Marks
Konsep pertama ini dirancang oleh Naoya Sukeda dan pada model ini, ia ingin menunjukkan bagaimana machining mark atau bekas pengerjaan mesin membentuk permukaan logam. Secara umum, machining mark mengacu pada jejak yang tertinggal ketika suatu material dipotong atau dikikis.
Jam tangan ini menampilkan circular multi-layer case di mana bezel, dial, dan crown tampak ditumpuk pada lapisan bertingkat. Biasanya, case dan dial dibuat sebagai komponen terpisah. Namun, pada jam tangan ini keduanya diukir bersama dari satu blok logam untuk memaksimalkan keindahan bekas pengerjaan mesin.
2. Yu Ishihara dengan Spherical Surface
Model lain karya direktur desain Yu Ishihara menunjukkan spherical geometry atau geometri bola. Menurut Yu Ishihara, spherical surface adalah permukaan bola yang membentuk lengkungan sempurna tanpa distorsi dan pada jam tangan, bentuk ini sering digunakan untuk kaca yang menutupi dial.
Dengan menyelaraskan kelengkungan keempat lapisan struktural, seperti kaca, bezel, case, dan outer case (crown guard), ia telah menciptakan bentuk bulat kontinu yang membentang di seluruh jam tangan. Caseback-nya juga memiliki konstruksi bulat yang sama seperti bagian depan. Dan pada bagian tengah, pengguna bisa melihat pergerakan mekanis yang ringkas.
3. Takuya Matsumoto dengan Dial Texture
Jam tangan ketiga ini dirancang oleh Takuya Matsumoto dan model ini berfokus pada tekstur dial. Tekstur dial ini diciptakan melalui teknik luar biasa di mana cetakan ditekan ke permukaan metal dial untuk membentuk pola rumit dengan kedalaman pola dikontrol hingga seperseratus milimeter. Tema ini mengekspresikan perjalanan waktu yang selalu berubah melalui pergantian musim dan beragam bunga.
Pada pukul 12:00–3:00 menggambarkan sungai yang berkilauan di bawah sinar matahari saat musim semi. Pada pukul 3:00–6:00 menggambarkan matahari musim panas yang terik. Pada pukul 6:00–9:00 menggambarkan langit berbintang yang berkilauan di malam musim gugur. Sedangkan pada pukul 9:00–12:00 menggambarkan kristal salju menari di langit saat musim dingin.
4. Kento Ito dengan Manual Winding
Desainer Kento Ito menyumbangkan konsep bertema mekanik yang dibangun di sekitar tindakan taktil memutar jam tangan. Untuk membuat indikator power reserve lebih menonjol secara visual, jarum jam sengaja digeser dari tengah dial ke arah posisi pukul 3. Sementara itu, jarum power reserve di posisi pukul 9 memungkinkan pemakai untuk menikmati pergerakan pegas utama saat diputar. Kombinasi pengoperasian bezel yang berputar dan pesona jam tangan manual membuat proses pemutaran lebih intuitif dan dinamis.
5. Miho Wada dengan Bar Indices
Prototipe lain yang dibuat oleh Miho Wada dengan menggunakan dial yang hampir seluruhnya terbuat dari elemen penanda jam. Komposisi ini menggunakan 23 komponen indeks individual untuk menciptakan permukaan reflektif yang berubah di bawah cahaya. Pantulan cahaya menyebabkan sisi belakang jarum jam diproyeksikan dengan tajam ke indeks berbentuk batang. Efek ini dimasukkan sebagai elemen desain, di mana warna merah yang diaplikasikan di bagian belakang jarum jam tampak sebagai simbol passion.
6. Akihiro Hasegawa dengan Day Indicator
Konsep keenam oleh Akihiro Hasegawa lebih merupakan eksperimen dengan indikator hari. Dial menunjukkan hari ini dalam bahasa Jepang dan Inggris sekaligus menampilkan preview tanggal besok. Desain ini hadir dengan warna biru tradisional Seiko untuk hari Sabtu dan merah untuk hari Minggu.
Setiap jendela dan angka Arab diberi aksen bergradasi warna biru langit yang mengingatkan pada langit cerah untuk menciptakan efek ilusi optik tiga dimensi. Nuansa ceria dikemas dalam setiap detail. Sebuah cakram melingkar yang dikenal sebagai “roda hari” ditempatkan di bawah dial. Digerakkan oleh mekanisme internal, ia berputar saat hari berakhir, mengalihkan tampilan ke hari berikutnya.
7. Yuki Omori dengan Hands
Karya terakhir ini termasuk bertema playful karena dirancang dengan seekor kucing bernama Ten-chan, yang dibuat oleh desainer Yuki Omori. Jam tangan ini menggunakan tubuh kucing sebagai tampilan waktu, ekor menunjukkan jam, kaki menandai menit, dan tangan bertindak sebagai indikator detik. Bagian case lug terlihat seperti cakar, dengan detail bantalan cakar di bagian bawahnya. Melalui desain tiga dimensi, terutama penggunaan jarum yang melengkung, Yuki Omori ingin menciptakan ekspresi unik yang menyampaikan gerakan dan emosi karakter dengan lebih jelas.
Itu dia desain dari 7 jam tangan yang dipamerkan di ajang “Power Design Project” dan berlangsung di Tokyo. Dari semua model di atas, mana yang jadi favoritmu? Dapatkan jam tangan Seiko lainnya dengan mengunjungi website/aplikasi JAMTANGAN.COM.
