Seiko kembali membuka tahun 2026 dengan pendekatan berbeda di lini Presage Classic Series lewat kehadiran Seiko Presage Classic Craftmanship SPB537J1. Model ini langsung mencuri perhatian karena kembali mengusung tonneau-shaped case, menjadikannya satu-satunya jam tangan berbentuk barrel di jajaran Presage saat ini. Siluet tersebut memberi karakter dress watch yang lebih lembut dan mengalir dibandingkan case bulat konvensional, tanpa meninggalkan nuansa klasik yang menjadi DNA Presage. Seperti apa berita lengkapnya? simak di bawah ini.
Ketika Presage Coba Pendekatan Desain Berbeda
Selama bertahun-tahun, Presage dikenal sebagai lini Seiko yang konsisten dan konservatif dalam pendekatan desain. Case bulat, dial klasik, serta bahasa visual yang nyaris selalu aman menjadi ciri khasnya. Memang sempat ada beberapa Presage dengan tonneau case dan enamel dial pada 2017 salah satunya seperti SPB049J1, namun sudah tidak diproduksi lagi. Karena itu, kehadiran Seiko Presage SPB537J1 terasa berbeda dan lebih segar sejak awal. Bukan karena warna mencolok atau eksperimen ekstrem, melainkan karena satu keputusan desain yang signifikan: penggunaan kembali case tonneau.
Dalam konteks Presage, bentuk barrel-shaped ini bukan sekadar variasi kosmetik. Ia mengubah karakter visual jam tangan secara menyeluruh. Siluet yang mengalir, sisi case yang melengkung, serta proporsi yang lebih organik membuat SPB537J1 terasa lebih modern, namun tetap menjaga nuansa dress watch yang elegan dan matang.
Dial Enamel: Kriya yang Tidak Tunduk pada Tren
Fokus utama SPB537J1 terletak pada dial enamel putih, yang menjadi salah satu ekspresi tertinggi keterampilan artisan Seiko. Dial ini dikerjakan oleh Mitsuru Yokosawa, master enamel Seiko, bersama Kazunori Uchiyama, melalui proses yang menuntut presisi ekstrem dan kesabaran tinggi.
Enamel bukan material yang mudah dikendalikan. Setiap lapisan glasir harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan, termasuk suhu dan kelembapan, lalu dipanggang berulang kali hingga mencapai hasil yang diinginkan. Kesalahan kecil dapat merusak seluruh dial. Hasil akhirnya adalah permukaan putih bersih dengan kilau halus dan kedalaman visual yang tidak bisa ditiru oleh cat atau finishing modern. Karakter inilah yang membuat dial enamel dikenal tahan terhadap penuaan visual dan tetap relevan lintas generasi.
Roman Indeks Terinspirasi Jam Saku Seiko 1895
Bahasa visual pada dial SPB537J1 berakar langsung pada Seiko Timekeeper 1895, jam saku pertama Seiko. Roman numeral dipilih untuk mempertahankan nuansa klasik yang kuat sekaligus memastikan keterbacaan optimal di atas permukaan enamel putih. Di sekeliling dial, minute track bergaya railway mempertegas karakter instrument klasik sekaligus membantu pembacaan waktu yang presisi. Sisi premium juga hadir dari dipakainya blued steel hands, dimana warna biru didaptkan secara alami melalui pemanasan stainless steel hingga warnanya berubah menjadi biru.
Sub-dial indikator 24 jam di posisi pukul enam hadir dengan relief halus, menambah lapisan visual tanpa mengganggu keseimbangan desain. Jarum jam, menit, dan detik tampil dalam warna biru, memberikan kontras yang jelas terhadap dial. Menariknya, ujung jarum menit dan detik sedikit ditekuk ke arah dial, sebuah detail teknis kecil yang bertujuan mendekatkan jarum ke penanda waktu demi meningkatkan legibility.
Case Tonneau dan Proporsi yang Matang
Case stainless steel dengan Super Hard coating pada SPB537J1 memiliki dimensi diameter 35,9 mm, lug-to-lug 46,0 mm, dan ketebalan 12,5 mm. Di atas kertas, ukurannya terkesan kompak, namun bentuk tonneau membuat jam tangan ini memiliki kehadiran visual yang lebih seimbang di pergelangan. Lengkungan case membantu distribusi berat yang lebih baik, membuatnya terasa nyaman saat dipakai dalam durasi panjang. Apalagi jam tangan ini juga memakai 5-link stainles steel bracelet bergaya Jubilee dan jika ingin mengganti dengan strap lain juga cukup mudah karena memiliki lug width 20 mm.
Kaca dual-curved sapphire crystal mengikuti kontur case barrel-shaped dan membantu mengurangi distorsi visual ketika dilihat dari sudut ekstrem. Di pergelangan, jam tangan ini dipasangkan dengan bracelet lima baris berbahan stainless steel. Kombinasi finishing brushed dan polished pada baris tertentu menciptakan kesan refined yang selaras dengan karakter dress watch, tanpa terlihat berlebihan.
Caliber 6R5H: Automatic Movement yang Realistis untuk Harian
Di balik case back sapphire, Seiko Presage SPB537J1 ditenagai caliber 6R5H, movement automatic yang dirancang untuk keseimbangan antara performa dan kepraktisan. Movement dengan akurasi+25 to -15 per hari ini, bekerja pada frekuensi 21.600 bph, menggunakan 24 jewels, serta menawarkan power reserve hingga 72 jam, cukup untuk ditinggal seharian penuh tanpa khawatir kehabisan daya.
Indikator 24 jam terintegrasi langsung dengan desain dial, bukan hadir sebagai fitur tambahan yang memaksakan diri. Rotor berwarna emas dapat dinikmati dari belakang, memberikan sentuhan visual yang halus tanpa mengubah karakter elegan jam tangan ini menjadi terlalu teknis.
Kesimpulan: Presage yang Berevolusi Tanpa Kehilangan Identitas
Meski berposisi sebagai dress watch, SPB537J1 tidak sepenuhnya rapuh untuk penggunaan harian. Jam tangan ini dibekali water resistance 5 bar dan magnetic resistance 4.800 A/m, spesifikasi yang cukup realistis untuk aktivitas sehari-hari. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Seiko yang selalu menempatkan fungsi sebagai bagian penting dari desain, bahkan pada jam tangan bergaya formal.
Seiko Presage SPB537J1 menunjukkan bahwa Presage mampu berkembang tanpa harus meninggalkan akar tradisinya. Case tonneau membuka arah desain baru, dial enamel mempertegas nilai kriya Jepang, dan movement automatic 6R5H memastikan jam tangan ini tetap relevan secara fungsional. Model ini dijadwalkan rilis global pada Februari 2026, dan akan segera hadir di JAMTANGAN.COM. Sebagai referensi, harga ritel resmi yang diumumkan untuk pasar Eropa berada di kisaran €1.650, harga ini bukan merupakan harga resmi untuk Indonesia, yang akan menyesuaikan dengan kebijakan distributor lokal. Mari kita nantikan kehadirannya. Sambil menunggu, bisa cek koleksi Presage lainnya.